Belajar Dasar Framework NestJS
NestJS adalah framework Node.js yang populer untuk membangun aplikasi backend yang terstruktur dan mudah dipelihara. Framework ini menggunakan TypeScript, yang menambahkan lapisan pengetikan statis untuk meningkatkan kualitas kode dan mengurangi bug. Panduan ini akan membantu Anda mempelajari dasar-dasar NestJS.
Core Concepts
NestJS mengadopsi arsitektur berbasis komponen, yang memungkinkan Anda untuk membangun aplikasi yang modular dan mudah diuji. Konsep-konsep kunci meliputi:
- Modules: Unit organisasi kode yang mengelompokkan komponen terkait. Sebuah aplikasi NestJS terdiri dari satu atau lebih modul.
- Controllers: Menangani permintaan HTTP dan mengembalikan respons. Mereka mendefinisikan endpoint API.
- Services: Mengandung logika bisnis aplikasi. Mereka dipisahkan dari controllers untuk meningkatkan testabilitas.
- Providers: Komponen yang menyediakan layanan kepada modul lainnya. Services adalah contoh dari providers.
- Decorators: Metadata yang digunakan untuk mendekorasi kelas dan metode, memberikan informasi tambahan kepada framework.
Step-by-step Implementation
Berikut langkah-langkah untuk membuat aplikasi NestJS sederhana:
- Instalasi: Gunakan npm atau yarn untuk menginstal NestJS:
npm install -g @nestjs/cli - Membuat Project: Buat project baru dengan perintah:
nest new my-nest-app - Membuat Controller: Gunakan CLI NestJS:
nest g controller cats - Menambahkan Route: Di dalam file
cats.controller.ts, tambahkan route untuk mendapatkan daftar kucing. - Menjalankan Aplikasi: Jalankan aplikasi dengan perintah:
npm run start:dev
Code Examples
Berikut contoh cats.controller.ts:
import { Controller, Get } from '@nestjs/common';
@Controller('cats')
export class CatsController {
@Get()
findAll(): string[] {
return ['cat1', 'cat2', 'cat3'];
}
}
Advanced Topics
Setelah menguasai dasar-dasar, Anda dapat mempelajari topik-topik lanjutan seperti:
- Dependency Injection: Cara NestJS mengelola dependensi antar komponen.
- Middleware: Cara menambahkan logika yang dieksekusi sebelum dan sesudah request diproses.
- Guards: Cara melindungi endpoint API dari akses yang tidak sah.
- Interceptors: Cara mengubah request dan response.
- Pipes: Cara memvalidasi data input.
Performance & Scalability
NestJS menawarkan berbagai fitur untuk meningkatkan performa dan skalabilitas aplikasi, termasuk:
- Clustering: Menjalankan beberapa instance aplikasi di beberapa core prosesor.
- Caching: Menggunakan cache untuk mengurangi beban server.
- Database Optimization: Memilih database yang sesuai dan mengoptimalkan query.
Testing & Quality
NestJS mendukung berbagai strategi pengujian, termasuk:
- Unit Testing: Menguji unit-unit kode secara individual.
- Integration Testing: Menguji interaksi antar komponen.
- End-to-End Testing: Menguji seluruh alur aplikasi.
Security & Best Practices
Keamanan aplikasi sangat penting. Berikut beberapa praktik terbaik:
- Validasi Input: Selalu validasi data input untuk mencegah serangan injeksi.
- Authentication & Authorization: Lindungi endpoint API dengan mekanisme autentikasi dan otorisasi.
- Input Sanitization: Bersihkan input pengguna untuk mencegah serangan XSS.
FAQ
- Apa perbedaan NestJS dengan Express.js? NestJS menyediakan struktur yang lebih terorganisir dan menggunakan TypeScript.
- Apakah NestJS cocok untuk aplikasi skala besar? Ya, NestJS dirancang untuk menangani aplikasi skala besar.
Common Pitfalls
- Kesalahan dalam konfigurasi: Pastikan konfigurasi aplikasi benar.
- Kesalahan dalam dependency injection: Pastikan dependensi diinjeksikan dengan benar.
Conclusion
NestJS adalah framework yang kuat dan mudah digunakan untuk membangun aplikasi backend yang modern. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat memulai perjalanan belajar NestJS dan membangun aplikasi yang hebat.
