Articles

Update Nuxt 4 dan Ekosistem Terbarunya: Apakah Stack Ini Layak untuk Frontend Modern?

Dec, 22 2025 12:43

|

Programming

Update Nuxt 4 dan Ekosistem Terbarunya: Apakah Stack Ini Layak untuk Frontend Modern?

Update Nuxt 4 dan Ekosistem Terbarunya: Apakah Stack Ini Layak untuk Frontend Modern?

Saya sudah menggunakan Nuxt sebagai ekosistem utama frontend selama kurang lebih dua tahun terakhir. Dari Nuxt 3 yang masih terasa "eksperimental" di awal, sampai sekarang masuk ke Nuxt 4 dengan seluruh ekosistem barunya, satu hal yang paling terasa adalah: Nuxt makin serius jadi framework frontend production-grade, bukan sekadar playground Vue.

Update terbaru yang datang hampir bersamaan — Nuxt 4, Nuxt UI v4, dan Tailwind CSS v4 — bukan update kosmetik. Ini perubahan struktural yang cukup dalam dan terasa nyata di workflow sehari-hari.

Artikel ini adalah review jujur dari sudut pandang frontend developer yang benar-benar memakainya di project, bukan sekadar baca release note.


Nuxt 4: Evolusi, Bukan Revolusi Mendadak

Kalau kamu berharap Nuxt 4 membawa perubahan drastis seperti lompat dari Nuxt 2 ke Nuxt 3, jawabannya tidak. Dan justru itu hal yang bagus.

Nuxt 4 terasa seperti versi Nuxt 3 yang sudah "dewasa". Banyak keputusan arsitektur di Nuxt 3 yang sekarang dirapikan, dipertegas, dan distabilkan. Folder structure terasa lebih konsisten. Konsep app/, composable, server route, dan runtime Nitro terasa lebih menyatu.

Sebagai frontend developer, yang paling terasa bukan fitur baru yang bombastis, tapi berkurangnya friction kecil. Hal-hal seperti data fetching, hydration, dan handling SSR/CSR terasa lebih predictable. Error lebih jelas, behavior lebih konsisten.

Nuxt 4 juga terasa lebih tegas soal arah. Ini framework fullstack, tapi tetap memberi ruang besar untuk frontend engineer fokus ke UI dan UX tanpa harus tenggelam di backend.


Nuxt 4 Lebih Siap untuk Project Jangka Panjang

Di Nuxt 3, ada momen di mana kita bertanya: "Ini behavior memang begini, atau bug?". Di Nuxt 4, pertanyaan seperti itu jauh berkurang.

Stabilitas ini penting kalau Nuxt dipakai sebagai core frontend perusahaan, bukan sekadar side project. Build lebih konsisten, struktur project lebih mudah dibaca oleh tim baru, dan upgrade path terasa lebih aman.

Nuxt 4 tidak mencoba mengejar hype, tapi memperkuat fondasi.


Nuxt UI v4: Upgrade Paling Terasa di Layer Frontend

Kalau harus jujur, Nuxt UI v4 adalah salah satu upgrade paling menyenangkan.

Sebelumnya, Nuxt UI terasa seperti "nice to have". Sekarang, di versi v4, ia terasa seperti UI system serius.

Jumlah komponen bertambah signifikan. Tidak hanya button, modal, dan form element, tapi juga komponen layout, navigasi, hingga komponen kompleks yang biasanya kita rakit sendiri atau ambil dari library lain.

Yang paling terasa bukan hanya kuantitas, tapi konsistensi desain dan API. Komponen-komponennya terasa satu bahasa, satu filosofi. Tidak terasa seperti kumpulan komponen acak.

Buat frontend developer, ini menghemat waktu yang besar. Banyak UI standar tidak perlu lagi dipikirkan dari nol.


Nuxt UI v4 Mengubah Cara Membangun UI

Sebelumnya, workflow umum adalah: Nuxt + Tailwind + library UI tambahan. Sekarang, Nuxt UI v4 bisa berdiri sebagai layer UI utama.

Ia tidak memaksa, tapi sangat membantu. Kamu tetap bisa custom styling, tetap bisa keluar jalur, tapi default-nya sudah cukup solid untuk production.

Buat tim kecil atau solo developer, ini game changer.


Tailwind CSS v4: Perubahan Filosofi Konfigurasi

Tailwind CSS v4 membawa perubahan yang awalnya terasa kecil, tapi efeknya besar: konfigurasi yang lebih dekat ke CSS.

Sekarang, banyak hal yang dulu kita definisikan di tailwind.config.js, bisa dipindahkan langsung ke file CSS. Theme, color, spacing, dan variabel desain terasa lebih natural karena hidup di tempat yang sama dengan styling-nya.

Sebagai frontend developer, ini terasa lebih masuk akal. Styling dan konfigurasi tidak lagi terpisah jauh. Context switching berkurang.

Selain itu, performa build Tailwind v4 terasa lebih cepat dan lebih ringan, terutama di project besar.


Tailwind v4 + Nuxt UI v4 = Kombinasi yang Matang

Nuxt UI v4 dibangun dengan asumsi Tailwind v4. Dan itu terasa.

Class utility lebih bersih, theme lebih konsisten, dan override styling jadi lebih terkontrol. Tidak lagi terasa seperti bertarung dengan CSS sendiri.

Ini kombinasi yang terasa dirancang bersama, bukan sekadar kompatibel di atas kertas.


Dampaknya ke Workflow Sehari-hari

Dengan kombinasi Nuxt 4, Nuxt UI v4, dan Tailwind v4, workflow frontend terasa lebih fokus ke problem nyata:

  • Implementasi UI lebih cepat

  • Lebih sedikit waktu habis untuk setup

  • Lebih banyak energi untuk UX dan logic

Ini bukan berarti semuanya otomatis sempurna. Tapi baseline-nya jauh lebih tinggi dibanding setup 2–3 tahun lalu.


Apakah Stack Ini Cocok untuk Semua Project?

Tidak selalu.

Untuk project kecil atau statis sederhana, mungkin terasa overkill. Tapi untuk aplikasi frontend yang serius, skalabel, dan jangka panjang, stack ini terasa sangat masuk akal.

Yang penting, stack ini tidak mengorbankan fleksibilitas. Kamu masih bisa keluar jalur kapan saja.


Kesimpulan: Nuxt Sedang di Fase Dewasa

Nuxt 4 bukan tentang fitur wow. Nuxt UI v4 bukan tentang pamer komponen. Tailwind CSS v4 bukan tentang tren.

Ketiganya berbicara tentang satu hal: kematangan.

Sebagai frontend developer yang sudah cukup lama memakai Nuxt, update ini terasa seperti sinyal jelas bahwa ekosistem ini siap dipakai serius dalam jangka panjang.

Kalau dulu Nuxt terasa seperti framework yang menyenangkan, sekarang ia terasa seperti framework yang bisa diandalkan.

Dan di dunia frontend yang berubah cepat, itu nilai yang sangat mahal.

Tags

Nuxt UI v4
Nuxt JS v4
Tailwind CSS v4
Front-End Development
Front-End Tech Stack

Written by

Muhammad Lutfi

Share:

© 2025 Muhammad Lutfi. All rights reserved.